Jumat, 30 September 2016

Materi Pelajaran Hikayat





A. Pengertian Hikayat
Hikayat adalah karya sastra melayu lama yang berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, silsilah raja-raja, biografi, atau gabungan dari semuanya.

B. Ciri-ciri Hikayat
Ø Isi cerita berkisar pada tokoh-tokoh raja dan keluarganya (istana sentris)
Ø Bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika tersendiri yang tidak sama dengan logika umum, ada juga yang menyebut fantastis
Ø Menggunakan banyak bahasa kiasan
Ø Banyak kata-kata yang sulit dipahami
Ø Struktur kalimatnya tidak efektif


C. Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik dalam Hikayat
Karya sastra disusun oleh dua unsur yang menyusunnya. Dua unsur yang dimaksud ialah unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra, seperti : tema, tokoh dan penokohan, alur dan pengaluran, latae dan pelataran, dan pusat pengisahan. Sedangkan unsur ekstrinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari luarnya menyangkut aspek sosiologi, psikologi, dan lain-lain.

1. Unsur Intrinsik
a) Tema dan Amanat
Tema ialah persoalan yang menduduki tempat utama dalam karya sastra. Tema mayor ialah tema yang sangat menonjol dan menjadi persoalan. Tema minor ialah tema yang tidak menonjol.
Amanat ialah pemecahan yang diberikan oleh pengarang bagi persoalan di dalam karya sastra. Amanat biasa disebut makna. Makna dibedakan menjadi makna niatan dan makna muatan. Makna niatan ialah makna yang diniatkan oleh pengarang bagi karya sastra yang ditulisnya. Makna muatan ialah makana yang termuat dalam karya sastra tersebut.

b) Tokoh dan Penokohan
Tokoh ialah pelaku dalam karya sastra. Dalam karya sastra biasanya ada beberapa tokoh, namun biasanya hanya ada satu tokoh utama. Tokoh utama ialah tokoh yang sangat penting dalam mengambil peranan dalam karya sastra. Dua jenis tokoh adalah tokoh datar (flash character) dan tokoh bulat (round character).
Tokoh datar ialah tokoh yang hanya menunjukkan satu segi, misalny6a baik saja atau buruk saja. Sejak awal sampai akhir cerita tokoh yang jahat akan tetap jahat. Tokoh bulat adalah tokoh yang menunjukkan berbagai segi baik buruknya, kelebihan dan kelemahannya. Jadi ada perkembangan yang terjadi pada tokoh ini. Dari segi kejiwaan dikenal ada tokoh introvert dan ekstrovert. Tokoh introvert ialah pribadi tokoh tersebut yang ditentukan oleh ketidaksadarannya. Tokoh ekstrovert ialah pribadi tokoh tersebut yang ditentukan oleh kesadarannya. Dalam karya sastra dikenal pula tokoh protagonis dan antagonis. Protagonis ialah tokoh yang disukai pembaca atau penikmat sastra karena sifat-sifatnya. Antagonis ialah tokoh yang tidak disukai pembaca atau penikmat sastra karena sifat-sifatnya.
Penokohan atau perwatakan ialah teknik atau cara-cara menampilkan tokoh. Ada beberapa cara menampilkan tokoh. Cara analitik, ialah cara penampilan tokoh secara langsung melalui uraian pengarang. Jadi pengarang menguraikan ciri-ciri tokoh tersebut secara langsung. Cara dramatik, ialah cara menampilkan tokoh tidak secara langsung tetapi melalui gambaran ucapan, perbuatan, dan komentar atau penilaian pelaku atau tokoh dalam suatu cerita.
Dialog ialah cakapan antara seorang tokoh dengan banyak tokoh. Dualog ialah cakapan antara dua tokoh saja. Monolog ialah cakapan batin terhadap kejadian lampau dan yang sedang terjadi. Solilokui ialah bentuk cakapan batin terhadap peristiwa yang akan terjadi.

c) Alur dan Pengaluran
Alur disebut juga plot, yaitu rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebab akibat sehingga menjadi satu kesatuan yang padu bulat dan utuh. Alur terdiri atas beberapa bagian :
(1) Awal, yaitu pengarang mulai memperkenalkan tokoh-tokohnya.
(2) Tikaian, yaitu terjadi konflik di antara tokoh-tokoh pelaku.
(3) Gawatan atau rumitan, yaitu konflik tokoh-tokoh semakin seru.
(4) Puncak, yaitu saat puncak konflik di antara tokoh-tokohnya.
(5) Leraian, yaitu saat peristiwa konflik semakin reda dan perkembangan alur mulai terungkap.
(6) Akhir, yaitu seluruh peristiwa atau konflik telah terselesaikan.
Pengaluran, yaitu teknik atau cara-cara menampilkan alur. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur erat dan alur longggar. Alur erat ialah alur yang tidak memungkinkan adanya pencabangan cerita. Alur longgar adalah alur yang memungkinkan adanya pencabangan cerita. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur tunggal dan alur ganda. Alur tunggal ialah alur yang hanya satu dalam karya sastra. Alur ganda ialah alur yang lebih dari satu dalam karya sastra. Dari segi urutan waktu, pengaluran dibedakan kedalam alur lurus dan tidak lurus. Alur lurus ialah alur yang melukiskan peristiwa-peristiwa berurutan dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus ialah alur yang melukiskan tidak urut dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus bisa menggunakan gerak balik (backtracking), sorot balik (flashback), atau campauran keduanya.

d) Latar dan Pelataran
Latar disebut juga setting, yaitu tempat atau waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sebuah karya sastra. Latar atau setting dibedakan menjadi latar material dan sosial. Latar material ialah lukisan latar belakang alam atau lingkungan di mana tokoh tersebut berada. Latar sosial, ialah lukisan tatakrama tingkah laku, adat dan pandangan hidup. Sedangkan pelataran ialah teknik atau cara-cara menampilkan latar.

e) Pusat Pengisahan
Pusat pengisahan ialah dari mana suatu cerita dikisahkan oleh pencerita. Pencerita di sini adalah privbadi yang diciptakan pengarang untuk menyampaikan cerita. Paling tidak ada dua pusat pengisahan yaitu pencerita sebagai orang pertama dan pencerita sebagai orang ketiga. Sebagai orang pertama, pencerita duduk dan terlibat dalam cerita tersebut, biasanya sebagai aku dalam tokoh cerita. Sebagai orang ketiga, pencerita tidak terlibat dalam cerita tersebut tetapi ia duduk sebagai seorang pengamat atau dalang yang serba tahu.

2. Unsur Ekstrinsik
Tidak ada sebuah karya sastra yang tumbuh otonom, tetapi selalu pasti berhubungan secara ekstrinsik dengan luar sastra, dengan sejumlah faktor kemasyarakatan seperti tradisi sastra, kebudayaan lingkungan, pembaca sastra, serta kejiwaan mereka. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa unsur ekstrinsik ialah unsur yang membentuk karya sastra dari luar sastra itu sendiri. Untuk melakukan pendekatan terhadap unsure ekstrinsik, diperlukan bantuan ilmu-ilmu kerabat seperti sosiologi, psikologi, filsafat, dan lain-lain.

Latihan

1.      Bacalah HIKAYAT BAYAN BUDIMAN CERITA NABI SULAIMAN MENDENGAR KATA LANDAK di baah ini!
2.      Identikasilah unsur-unsur intinsiknya!
3.      Buatlah sinopsisnya!

HIKAYAT BAYAN BUDIMAN CERITA NABI SULAIMAN MENDENGAR KATA LANDAK

Alkisah Bayan berhikayat. Maka kata Bayan, “ Sekali Peristiwa Nabi Sulaiman alaihi`salam dipersembahkan oleh raja jin air ma`al hayat pada suatu bejana kecil. Maka Nabi Allah Sulaiman pun bertanyakan khasiat air ma`al hayat itu kepada seorang menteri baginda yang bernama Asad. Maka sembah menteri Asad itu, “Ya, tuanku syah Alam! Baiklah tuanku minum, supaya kekal hidup Syah Alam hingga hari kiamat.”
Maka Nabi Allah Sulaiman pun bertanya pula kepada menteri baginda jin yang bernama afrit itu, “Baiklah, supaya segala penyakit didalam tubuh Syah Alam hingga hari kiamat.”
Maka Nabi Sulaiman pun bertanya kepada menteri baginda bernama Burung Ukab, demikianlah titah baginda,”Hai menteriku! Betapakah bicaramu? Aku minumkah air ini atau jangankah?”
Maka sembah menteri Ukab,”baik Syah Alam minum, supaya duli Syah Alam boleh kembali muda pula.”
Setelah itu, Nabi Allah Sulaiman pun bertanya kepada menteri Asad,”baiklah tuanku minum, supaya duli tuanku bertambah-tambah baik paras, tetapi pada antara patik ini daripada segala binatang yang terlebih bijaksana lagi berakal ialah landak itu. Baik duli Syah Alam bertanya kepada landak itu.”
Maka titah Nabi sulaiman, “ Di mana landak itu sekarang?” Maka sembahlah Asad. “ Akan landak itu di dalam lubangnya.” Maka titah Nabi Sulaiman kepada kuda, suruh pergi memanggil landak itu, katanya,.” Hai landak! Titah panggil engkau segera kemari.”
Maka kata Landak,”Mohonlah hamba dahulu.”
Maka kuda itu pun kembalilah menghadap baginda Sulaiman. Demi Nabi Sulaiman mendengar sembah kuda itu, maka murkalah Nabi Sulaiman akan landak.
Maka bertitah pula Nabi Sulaiman kepada anjing,” Pergilah engkau panggil landak itu. Jika tiada ia mau kemari, hendaklah engkau gagahi bawa kemari juga; baik jahat pun bawalah olehmu.”
Maka anjing pun pergilah dengan segera. Setelah sapai ia ke lubang landak itu, maka ia pun bertempik, katanya,”Hai landak! Marilah Engkau dipanggil oleh Nabi Allah Suliman. Segeralah engkau ke luar. Jika tiada mau dengan baik, dengan jahat aku bawa menghadap.”
Maka landak pun terkejut mendengar sura anjing itu terklalu hebat bunyinya. Maka segeralah ia berlari-lari datang menghadap Nabi Allah Sulaiman. Maka landak pun sujud kepalanya ke tanah.
Maka titah Raja Sulaiman kepada menterinya, manatah katamu landak ini berakal lagi bijakasana. Mengapa kesuruh panggil kepada kuda kenaikan aku yang mulia, tiada ia mau kemari, maka kusuruh panggil kepada anjing yang hina itu, maka segera ia datang
Maka menteri itu pun menjunjung duli titah Raja Sulaiman itu kepada landak.
Maka sahut landak,” Hai menteri yang budiman! Sebenarnyalah titah duli Syah Alam itu, tetapi tidakah tuan hamba tahu akan kasiatnya? Adapun akan kuda itu suatu binatang yang mulia, sekali-kali tiada ia akan berbuat fitnah kepada hamba; sebagaimana kata hamba. Demikianlah dipersembahkannya ke bawah duli syah alam dengan sembah durhaka. Jadi, durhakalah hamba. Sebab itulah maka hamba segera datang, takut hamba dikatakan durjaka ke bawah duli Syah Alam itu.”
Setelah didengar raja Sulaiman sembah landak itu, maka titah Raja Sulaiman,” Hai landak! Hampirlah engkau kepada aku! Aku hendak bertanya kepadamu, bahwa aku dipersembahkakan Raja jin air ma`al hayat di dalam benjana. Betapa bicaramu? Baiklah aku minum atau janganjah aku minum ? Hendaklah engkau berdatang sembah yang benar kepada aku..”
Demi landak mendengar titah Raja Sulaiman, maka ia pun menunduklah kepala-nya seraya berfikir di dalam hatinya. Seketika lagi maka ditanya pula oleh Raja Sulaiman, “ Hai landak! Mengapakah engkau berdiam dirimu menunduk seperti kuang tiada berdatang sembah kepada aku?”
Maka landak pun segera menggerakan kepalanya. Maka sembah landak.” Ampun tuank, beribu-ribu ampun! Patik ini binatang yang hina memohonkan ampun. Sekiranya duli Syah Alam santap air ma1al-hayat itu, terlalu baik. Umur Syah Alam pun lanjut dan penyakit pun tiada di dalam tubuh. Duli Alam Syah pun mUda selama-lamanya. Tetapi, jahatnya pun ada juga.”
Maka titah Raja Sulaiman “apa jahatnya?”
Maka Sembah landak,” Jika Duli Syah Alam santap air mata ma`al-hayat itu, tiadalah Syah Alam mati, cucu cicit Syah Alam pun mati, dan rakyat bala tentara duli Syah Alam pun mati, hingga duli tuanku seorang yang juga hidup. Apakah gunanya hidup yang demikian itu?”
Maka titah Nabi Sulaiman, “Sungguhlah katamu, hai landak! Hidup yang demikian itu tiada gunanya.”
Maka benjana air ma`al al-hayat itu dempaskan ke bumi oleh Nabi Allah Sulaiman alaihi as-salam.”
Maka kata Bayan,”Demikian hikayat Raja Sulaiman menurutkan kata binatang landak. Akan sekarang tuan hamba turutlah juga kata hamba ini. Pergilah tuan hamba pada anak raja itu.”
Maka istri khoja Maimun pun berjalanlah baharu hingga pintu maka haripun sianglah. Maka istri Khoja berjalanlah balik naik ke rumahnya tidur di atas geta gading.
Setelah hari malam, orang pun habis tidur, maka istri khoja Maimun pun bangun. Setelah sudah, maka ia pun datanglah pula kepada Bayan, serya katanya,” HAi raja segala burung di dalam ala mini, yang amat budiman dan memberi manfaat segala pekerjaan! Berilah kepadaku izin pergi kepada kekasihku itu!”
Maka kata Bayan,”Ya Siti yang amat elok lagi bijaksana, tidakah tuan menurut kata hamba ini? Baik juga tuan pergi. Malam pun telah sunyi. Akan tetapi, ingat-ingat ttuan, karena tuan ada memeliharakan unggas yang hina ini lagi tiada tahu membalas guna; adalah hamba ini seperti hikayatSabur, tatkala ia memelihara pesan raja Damsyik, maka jadi terpeliharalah ia dripada kejahatan.”
Maka istri Khoja Maimun pun bertanya,”Betapakah hikayat Sabur itu?”
Maka Sahut Bayan,”Mengapa Juga tuan ini gila-gila mendengar hikayat? Pergilah tuan hamba dahulu. Insya Allah esok harilah hamba berhikayat, karena hamba lihat sangatlah kasihan akan ank raja itu ternanti-nanti.”
Maka istri Khoja Maimun,” jika kamu kasihan aku, berkhikayatlah dahulu. Sekarang aku pergi.”

Rabu, 28 September 2016

Pembahasan Soal UTS




Soal UTS
Latihan Soal
  1. Struktur teks anekdot adalah….
a.          Pernyataan umum-deskripsi bagian
b.         Pernyataan pendapat-argumentasi-penegasan ulang
c.          Orientasi-argumentasi-penutup
d.         Pembuka-isi-penutup
e.          Abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda.
E

Petunjuk

Struktur teks anekdot adalah cara bagaimana teks anekdot itu disusun.

Pembahasan

Teks anekdot memiliki struktur sebagai berikut.
1. Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita
2.Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun konteks pembaca terhadap suatu cerita
3.Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik yang dialami oleh tokoh
4. Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul
5.* Koda* yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita

  1. Bagian yang menunjukkan situasi awal cerita disebut ….
a.          Abstraksi
b.         Orientasi
c.          Krisis
d.         Reaksi
e.          Koda
B

Petunjuk

Situasi cerita biasanya digunakan sebagai pembuka cerita.

Pembahasan

Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita
Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun konteks pembaca terhadap suatu cerita
Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik yang dialami oleh tokoh
Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul
Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita
.

  1. Bagian yang menunjukkan konflik cerita disebut….
a.          Abstraksi
b.         Orientasi
c.          Krisis
d.         Reaksi
e.          Koda
C

Petunjuk

Konflik cerita adalah masalah yang menjadi sebab cerita.

Pembahasan

Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita.
Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun konteks pembaca terhadap suatu cerita.
Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik yang dialami oleh tokoh.
Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.
Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita.

  1. Bagian yang menunjukkan tanggapan tokoh terhadap konflik disebut …
a.          Abstraksi
b.         Orientasi
c.          Krisis
d.         Reaksi
e.          Koda
D

Petunjuk

Tanggapan tokoh terhadap konflik akan muncul setelah krisis.

Pembahasan

Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita.
Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun konteks pembaca terhadap suatu cerita.
Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik yang dialami oleh tokoh.
Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.
Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita.

5.      Bacalah teks di bawah ini dengan cermat!


Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”.Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah .kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.

 
 










Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah…
a.          Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai
b.         “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”
c.          Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam.
d.         Badailah yang membuatnya ulung
e.          Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
A

Petunjuk

Abstraksi adalah awal cerita.

Pembahasan

Abstraksi menunjukkan awal cerita yang dibangun. Pada paragraf tersebut, awal cerita dibangun pada kalimat pertama, yaitu Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai.

6.      Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

 
 









Kalimat yang menunjukkan krisis adalah…
a.          Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas.
b.         “Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya.
c.          Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto.
d.         ”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”
e.          Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
D
Krisis adalah
struktur anekdot yang menunjukkan konflik.

Pembahasan

Krisis adalah struktur anekdot yang berisi konflik. Krisis pada paragraf tersebut adalah ketika seorang anak berkomentar ”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”.

7. Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!
1. Bu guru pun tersenyum
2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.
3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek
4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang
5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.

 










a.          1-2-3-4-5-6
b.         2-4-5-3-6-1
c.          2-4-3-5-1-6
d.         1-2-4-5-3-6
e.          3-2-1-4-5-6
B

Petunjuk

Menyusun anekdot dimulai dari abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda.

Pembahasan

Anekdot dimulai dengan pertanyaan bu guru di depan kelas. Berlanjut pada komentar seorang anak, kemudian dialog antara guru dan anak tersebut dan diakhiri dengan koda yang menunjukkan sang guru tersenyum menanggapi penjelasan sang anak.

 

8. Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.


 
 









Pada anekdot tersebut, reaksi yang menjadi koda adalah …
a.          Tiba-tiba seorang anak berkomentar.
b.         Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
c.          Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya
d.         Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya
e.          Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi
B

Pembahasan

Tanggapan terjadi setelah konflik. Dalam paragraf tersebut tanggapan atau reaksi terjadi ketika sang anak memaparkan bahwa di jalan menuju rumahnya sduah banyak biopori akibat dari banjir yang maksud sesungguhnya adalah jalanan berlubang dan rusak. Tanggapannya adalah semua anak tertawa termasuk bu guru.


9. Bacalah teks di bawah ini!
Seorang ayah mengajari anaknya berenang. “Aku tidak mau malu karena tidak bisa berenang ayah”, kata sang anak. “Ayah akan ajari dari gaya tersulit sampai termudah Nak”, jawab ayahnya. Sang anak gembira. Setelah beberapa hari latihan renang itu, sang ayah tampak bersedih sementara sang anak tampak gembira. “Terimakasih yah, akhirnya ayah dapat mengajari gaya berenang yang paling aku kuasai, tapi kenapa ayah bersedih?” tanyanya. “Yang kamu kuasai itu gaya batu, Nak!”

 
 








Kalimat manakah yang menunjukkan orientasi?
a.          Seorang ayah mengajari anaknya berenang
b.         Aku tidak mau malu karena tidak bisa berenang ayah”, kata sang anak.
c.          Ayah akan ajari dari gaya tersulit sampai termudah Nak
d.         Terimakasih yah, akhirnya ayah dapat mengajari gaya berenang yang paling aku kuasai, tapi kenapa ayah bersedih?
e.          Yang kamu kuasai itu gaya batu, Nak
B

Petunjuk

Orientasi adalah peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun konteks pembaca terhadap suatu cerita.

Pembahasan

Kalimat “Aku tidak mau malu karena tidak bisa berenang ayah”, kata sang anak merupakan orientasi karena kalimat tersebut menjadi gambaran situasi awal sekaligus alasan kenapa peristiwa tersbut terjadi.

 

10. Berikut ini bukan merupakan ciri penanda bahasa teks anekdot .…
a.          memuat sindiran
b.         memanfaatkan kalimat retoris
c.          menggunakan bahasa yang puitis
d.         menggunakan peribahasa/ungkapan
e.          menggunakan konjungsi temporal dan sebab akibat

C

Petunjuk

Penanda bahasa teks anekdot adalah ciri bahasa yang bisa membedakan teks anekdot dengan teks yang lain.

Pembahasan

Ciri bahasa teks anekdot sebagai berikut :
• Menggunakan kata kias atau konotasi (tidak memiliki makna sebenarnya)
• Mengandung kalimat sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian, perbandingan, dan lawan kata atau antonim
• Menggunakan pertanyaan retoris
• Memanfaatkan kalimat yang menyatakan ajaran moral/pesan kebaikan
• Menggunakan konjungsi temporal dan sebab akibat

 

11. Bacalah paragraf berikut ini!
Hari ini Sekolah Bahagia mengadakan rekreasi ke Bali. Para siswa terlihat gembira dan mengenakan pakaian yang terbagus. Diantara mereka ada yang membawa tongsis. Tiba-tiba Nasrudin berkata, “Iya, tongsis itu memang cocok untuk kita, supaya kita semua pandai berkaca diri”. Anak yang membawa tongsis hanya tersenyum kemudian mengajak Nasrudin selfie.

 
 






Konjungsi temporal terdapat pada kalimat ke….
a.          1
b.         2
c.          3
d.         5
e.          4

D

Petunjuk

Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menandakan urutan waktu.

Pembahasan

Kata penghubung yang menunjukkan waktu terdapat pada kalimat ke-5 yaitu kemudian.

 






12. Bacalah teks berikut ini!
(1) Matahari memancarkan sinarnya ke bumi dan sebagai sumber cahaya. (2) Bintang pun iri terhadapnya.
(3)“Mengapa sinarmu begitu terang? Ajarkan aku agar aku sepertimu!” kata bintang kepadanya. (4) Matahari pun tersenyum menjawabnya, “Bintang, jika kau ingin sepertiku kumpulkanlah emas, batu bara, dan minyak sebanyak-banyaknya dari bumi karena benda itulah sumber cahayaku.” (5) Kemudian, bintang pun pergi dan mulai mengerahkan rakyatnya untuk menggali emas, batu bara, dan minyak sebagai sumber cahaya.

 
 











Hubungan makna antarkalimat dalam paragraf dinyatakan secara implisit melalui….
a.          Perbandingan
b.         Pertentangan
c.          sebab-akibat
d.         pengandaian
e.          umum-khusus
C

Petunjuk

Hubungan makna antarkalimat membentuk sebuah jalinan paragraf yang memiliki satu kesatuan makna.

Pembahasan

Hubungan makna kalimat ke-1 sampai dengan kalimat ke-5 menggunakan hubungan sebab-akibat. Kalimat ke-1 menyebabkan kalimat ke-2 dan seterusnya.

 

13. Bacalah paragraf berikut ini!
Keluarga Anis makan siang bersama. Sambil makan mereka berbagi cerita. Mereka merasakan kebahagiaan yang tak ternilai harganya.
Tiba-tiba Anis menanyakan lauk kepada ibunya, “Bu, lauknya apa nih?”. Ibunya menjawab, ”Mulai hari ini tidak ada lauk. Negara tetangga baru hajatan sehingga tidak sempat mengekspor kedelai, daging, maupun ikan.”
“Maksudnya, apa, Bu?” anis tidak paham dengan perkataan ibunya. “Pikir aja sendiri!” jawab Ibu.
Anis cemberut dan tetap makan tapi tanpa lauk, baik tahu maupun tempe. Benar-benar makan ala kadarnya.

 
 










Bahasa yang digunakan untuk menyampaikan sindiran adalah.…
a.          antonim
b.         sinonim
c.          ungkapan
d.         pengandaian
e.          perbandingan

D

Petunjuk

Bahasa yang digunakan untuk menyindir adalah pengandaian, perbandingan, antonim, dan ungkapan.

Pembahasan

Bahasa yang digunakan dalam teks anekdot di atas untuk menyindir adalah pengandaian. Teks di atas berandai-andai jika negara tetangga mementingkan kepentingan sendiri, negaranya tidak bisa memenuhi kebutuhannya karena ada sebagaian bahan yang diimpor oleh negara tetangga.

 


Suatu sore dipadang rumput.
Kambing 1: mengapa rumputmu selalu hijau?
Kambing 2: karena selalu kurawat dan kupupuk
Kambing 1: rumputku juga kurawat dan kupupuk tapi tidak sehijau rumputmu.
Kambing 2: karena kau melihatna tidak dengan hati sehingga rumput tetangga lebih hijau di matamu.
Kambing 1 merasa tersindir kemudian tersenyum kecut.

 
14. Bacalah teks berikut ini!










Bahasa yang digunakan untuk menyampaikan sindiran dalam teks anekdot di atas adalah.…
a.          perbandingan
b.         pengandaian
c.          ungkapan
d.         sinonim
e.          antonim

C

Petunjuk

untuk menyindir seseorang, bahasa yang digunakan adalah pengandaian, antonim, sinonim, dan ungkapan.

Pembahasan

Bahasa yang digunakan untuk menyindir adalah ungkapan “rumput tetangga lebih hijau” yang artinya apapun yang dimiliki orang lain terasa indah dan nikmat.

 


Semut bertemu lebah di ranting pohon.
(1) Lebah: Wah, maduku sangat bermanfaat.
(2) Semut: Apa aku bisa mengambilnya sedikit saja
(3) Lebah: tidak boleh
(4) Semut: mengapa?
(5) Lebah: karena kau tinggal dalam kolong jembatan
Semut berlalu meninggalkan kecongkakan lebah.

 
15. Bacalah teks berikut ini!










Sindiran terdapat pada kalimat ke.…
a.          1
b.         2
c.          3
d.         4
e.          5

E

Petunjuk

Sindiran dapat diungkapkan melalui perbandingan, pengandaian, antonim, dan ungkapan.

Pembahasan

Kalimat sindiran terdapat pada kalimat karena kau tinggal dalam kolong jembatan.

 

Sebelum upacara bendera di sekolah Baik Sekali.
1) Siswa: upacara bendera itu tujuannya apa, Pak
2) Guru: agar kita selalu mencintai dan menjaga Negara kita, serta mengenang jasa pahlawan.
3) Siswa: ooo, tapi mengapa masih banyak kasus, seperti penggundulan hutan, ya? Atau mungkin mereka
yang melakukannya tidak pernah upacara bendera atau sekolah, Pak.
4) Guru: (tersenyum) nah, kamu kan sekolah, jangan pernah melakukan hal itu, ya!
5) Siswa: tentu
Upacara dimulai semua siswa dan guru diam.

 
16. Bacalah teks berikut ini!













Sindiran dalam teks di atas terdapat pada kalimat ke.…
a.          1
b.         2
c.          3
d.         4
e.          5

C

Petunjuk

Sindiran dapat diungkapkan melalui perbandingan, pengandaian, antonim, dan ungkapan.

Pembahasan

Sindiran dituangkan dalam kalimat ke-3 yaitu menyindir pengeksploitasi hutan untuk kepentingan pribadi yang tidak pernah mengenyam pendidikan.

 

17. Bacalah teks di bawah ini!
Kerbau menanyakan kehidupan kutu loncat.
Kerbau : Mengapa hidupmu selalu berpindah-pindah
Kutu: saya mencari makan
Kerbau: apa tidak merasa capek? Dan mengapa kau selalu lompat?
Kutu: aku tidak merasa capek dan aku harus melompat karena kalau saya tidak melompati orang, makananku akan habis karena aku harus memberi setiap orang yang kulewati.
Kerbau: iya, juga. Sayang sekali, saya tidak bisa melompat.
Kutu dan kerbau melanjutkan tugas masing-masing.

 
 











Bahasa sindiran diungkapkan melalui….
a.          Antonim
b.         Sinonim
c.          Ungkapan
d.         Pengandaian
e.          Perbandingan
Jawab D

Petunjuk

untuk menyindir seseorang, bahasa yang digunakan adalah pengandaian, antonym, sinonim, dan ungkapan.

Pembahasan

Kutu mengandaikan jika dia harus jalan lurus, ia harus memberi sedekah setiap dia bertemu dengan orang lain. Sindiran ini tentang kasus suap-menyuap.

 

 

18. Bacalah teks di bawah ini!
Seorang siswa mendatangi penjahit karena baju yang dijahitnya kebesaran.
Siswa: Bu, ini bukan ukuran saya karena terlalu besar
Penjahit: saya jahit berdasarkan ukuran (sambil mengambil buku yang berisi model dan ukuran pemesan)
Siswa: salah ukuran mungkin, Bu
Penjahit: setiap pelanggan yang datang, saya ukur 2X untuk menghindari salah ukur
Siswa: tapi ini, tidak sesuai dengan ukuran saya
Penjahit: O, itu mungkin salah kacamata saya. Karena kacamata saya sudah berumur 10 tahun.


 
 










Cerita tersebut bisa diungkapkan dengan peribahasa….
a.          celaka dua belas
b.         ada gula ada semut
c.          air di atas daun talas
d.         maling teriak maling
e.          kambing hitam
E

Petunjuk

Peribahasa adalah kalimat yang mengandung makna kias.

Pembahasan

Kalimat sindiran berupa ungkapan yaitu ketidakpantasan menyalahkan benda. Benda yang digunakan untuk membantu menyelasaikan tugas kita tetapi malah disalahkan atau dijadikan “kambing hitam”.

19. Bacalah teks berikut ini!

Seorang Bapak sedang memarahi anaknya karena bangun selalu siang. Ia mendapat laporan dari guru anaknya bahwa anaknya selalu terlambat ke sekolah. Namun, seperti menepuk air di dulang sang bapak kaget sekali ketika anaknya bilang “Bagaimana Bapak tahu saya bangun jam 7? Kan bapak bangun jam 8”.

 
 





Pesan yang disampaikan dalam anekdot tersebut disampaikan dalam bentuk….
a.         Abstraksi
b.         Peribahasa
c.         Antonim
d.         kalimat retoris
e.         paparan
B
Petunjuk
Amati teks anekdot, bagian mana yang menyampaikan pesan sebagai akibat dari sebuah perbuat.
Pembahasan
'Bagai menepuk air di dulang' menjadi pesan dari anekdot itu, bahwa perbuatan buruk yang dilakukan mengenai diri sendiri.

20. Bacalah teks di bawah ini!






Teks 1
Matahari memancarkan sinarnya ke bumi dan sebagai sumber cahaya. Bintang pun iri terhadapnya.
“Mengapa sinarmu begitu terang? Ajarkan aku agar aku sepertimu!” kata bintang kepadanya.
Matahari pun tersenyum menjawabnya, “Bintang, jika kau ingin sepertiku kumpulkanlah emas, batu bara, dan minyak sebanyak-banyaknya dari bumi karena benda itulah sumber cahayaku.” Kemudian, bintang pun pergi dan mulai mengerahkan rakyatnya untuk menggali emas, batu bara, dan minyak sebagai sumber cahaya.

 


Teks 2
Suatu hari Nasrudin bertemu dengan Imron. Mereka bermain catur. “Aneh dengan negeri ini, sedikit sedikit tawuran, ricuh, sudah panas kali ya negeri kita” Imron diam saja sambil memindahkan pion kuda.” Seharusnya negeri kita punya pendingin, orang-orang bijaksana yang kepala dingin semua” Imron masih tiba-tiba berkata” di Negara kita orang berkepala dingin sedikit Din, yang berdarah dingin yang banyak!”

 
 



















Bagian struktur yang dimiliki oleh kedua teks di atas adalah.…
a.         Abstraksi, orientasi,krisis,reaksi
b.         Abstraksi,orientsi,krisis,reaksi,koda
c.         Abstraksi,orientasi,krisis,koda
d.         Orientasi,krisis,reaksi,koda
e.         Orientasi,krisis,reaksi
A
Petunjuk
Abstraksi adalah awal certa.
Orientasi adalah keadaan/suasana awal cerita.
Krisis adalah munculnya masalah.
Reaksi adalah tanggapan dari masalah.
Koda adalah penutup cerita.
Pembahasan
Teks 1 memiliki struktur abstraksi,orientasi,krisis,reaksi,koda.
Teks 2 memiliki struktur abstraksi,orientasi,krisis, reaksi.








21. Bacalah teks di bawah ini!





Teks 1
Matahari memancarkan sinarnya ke bumi dan sebagai sumber cahaya. Bintang pun iri terhadapnya.
“Mengapa sinarmu begitu terang? Ajarkan aku agar aku sepertimu!” kata bintang kepadanya.
Matahari pun tersenyum menjawabnya, “Bintang, jika kau ingin sepertiku kumpulkanlah emas, batu bara, dan minyak sebanyak-banyaknya dari bumi karena benda itulah sumber cahayaku.” Kemudian, bintang pun pergi dan mulai mengerahkan rakyatnya untuk menggali emas, batu bara, dan minyak sebagai sumber cahaya.

 



Teks 2
Di suatu kelas saat pendampingan penjurusan oleh wali kelas. Semua siswa terlihat serius.
“Anak-anak, kau harus pilih jurusan yang sesuai dengan cita-citamu?” kata Wali kelas dengan semangat. “Masa depan mu masih panjang, keberhasilanmu ditentukan oleh pilihanmu hari ini, apa kau ingin mengambil jurusan IPA atau IPS.”
“Bu, saya bingung menentukan pilihan. Sebenarnya saya ingin jurusan IPA tapi saya senang IPS. IPS lebih praktis daripada IPA. Contohnya, kalau ada kelapa jatuh kalau pelajaran IPA dihitung kecepatannya. Tapi kalau pelajaran di jurusan IPS, kelapa yang jatuh diambil dan dijual.”
Seisi kelas tertawa memecahkan keheningan dan keseriusan guru dan siswa saat penjurusan


 
 

























Kedua teks di atas menggunakan bahasa yang digunakan untuk menyindir adalah dengan ….
a.       Antonim
b.      konjungsi temporal
c.       perbandingan
d.      ungkapan
e.       personifikasi
C
Petunjuk
Bahasa dalam teks anekdot adalah sebagai berikut.
• perbandingan adalah membandingkan dua hal atau lebih baik secara langsung maupun tidak langsung.
• Antonim adalah menggunakan lawan kata
• Konjungsi temporal adalah konjungsi yang menandakan keterangan waktu: lalu, kemudian, setelah, dll.
• Ungkapan adalah kelompok kata yang memiliki makna baru
Pembahasan
Teks 1 dan teks 2 meggunakan perbandingan. Teks 1 membandingkan matahari dengan penguasa sedangkan teks 2 membandingkan ilmu praktis dan teoretis.






22. Bacalah teks di bawah ini!
Ketika hujan datang dengan deras, para petani bawang merah tidak suka. Ketika tidak hujan, petani padi pun tidak suka.
“Tuhan berikan hujan agar padiku tidak kering!” pinta petani kepadanya.
“Tuhan, jangan turunkan hujan, nanti saya tidak akan memanen bawang merah!” pinta petani yang lain.
Doa mereka pun dikabulkannya. Di daerah petani padi hujan turun, di daerah petani bawang merah tidak turun hujan.
“Kok sekarang aneh ya, musimnya. Apakah Tuhan sudah murka dengan manusia? Sehingga di sana hujan, di sini tidak hujan.” Kata petani sayur.
“Hujan kodok!!!” Teriak anak-anak.


 
 












Berikut ini bukan merupakan pernyataan yang benar mengenai teks di atas ….
a.         Kedua teks di atas termasuk teks anekdot
b.         Teks berupa monolog
c.         Teks berisi cerita
d.         Teks mengandung unsur lucu
e.         Struktur teks tidak terdapat bagian koda

jawab: Bonus

23. Berikut ini adalah amanat yang sesuai dengan unsur lucu: ‘UUD yang diplesetkan menjadi ujung-ujungnya duit’ dalam teks anekdot adalah.…
a.          Sebagai warga Negara Indonesia, kita harus menghormati UUD.
b.         Demi kenyamanan, peraturan harus dilaksanakan bersama-sama.
c.          Peraturan harus ditegakkan, tidak boleh kalah dengan uang.
d.         Semua peraturan yang ada harus berdasarkan UUD.
e.          Penegak keadilan harus menguasai UUD.
C

Petunjuk

Amanat adalah pesan moral atau ajaran.

Pembahasan

Teks anekdot yang memiliki unsur lucu ‘UUD yang diplesetkan menjadi ujung-ujungnya duit’ adalah peraturan harus ditegakkan, tidak boleh kalah dengan uang.

24. Berikut ini unsur kelucuan yang sesuai dengan topik ‘Buaya Dikadalin” adalah….
a.          Seorang pencuri yang kena tipu.
b.         Orang mancing yang jatuh di sungai.
c.          Petugas sampah yang jatuh di tumpukan sampah.
d.         Warga yang tidak bersalah dihukum tapi dikatakan adil.
e.          Ada orang yang melihat buaya yang mirip kadal.
A

Petunjuk

Unsur lucu adalah hal yang menggelitik.

Pembahasan

Unsur lucu ‘Buaya Dikadalin’ adalah seorang pencuri yang kena tipu.

 

 

25. Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini!
1. Mahasiswa menjawab Mau Perjuangkan nasib Rakyat
2. Perkuliahan dimulai
3. Pak Dosen menggelengkan kepala
4. Pak dosen bertanya pada mahsiswa lain
5. Mahasiswa lain menjawab “Majelis Permusyawaratan Rakyat”
6. Pak guru bertanya kepada salah satu mahasiswa, kepanjangan MPR
7. Suasana kelas tenang
8. Kuliah berakhir.

 
 











Kalimat di atas jika disusun menjadi teks anekdot adalah ….
a.          2,7,4, 5,3,6,8,1
b.         2, 4,5, 7,3,6,1,8
c.          5,2,7,6,4,3,1,8
d.         2,7,4,6,1,3,5, 8
e.          2,7, 6, 1, 3, 4,5,8
E

Petunjuk

Topik yang bisa dikembangkan menjadi teks anekdot adalah topik yang bisa dijadikan hal yang lucu/konyol/jengkel.

Pembahasan

Kerangka karangan teks anekdot tersebut adalah 2,7, 6, 1, 3, 4,5,8.

 

26. Berikut ini , yang termasuk teks anekdot adalah….
a.          Harimau (Panthera tigris) digolongkan ke dalam mamalia, yaitu binatang yang menyusui. “Kucing besar”itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging. Harimau dapat mencapai tinggi 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram. Bulunya berwarna putih dan cokelat keemasan-emasan dengan belang atau loreng berwarna hitam
b.         Saudara-saudara yang saya hormati, Beberapa hari yang lalu, masyarakat sedang merayakan pesta demokrasi—memilih presiden dan wakil presiden secara langsung.Saya berharap, siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden, kita harus berlapang dada untuk menerima segala kebijakannya.
c.          Pernahkah Anda membuat SIM, misalnya SIM C? Mengurus SIM tentu memerlukan waktu dan biaya. Tulisan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam mengurus SIM C dengan jalan yang benar.
d.         Perdagangan bebas yang diusung oleh sebuah negara dipastikan dapat menguntungkan atau merugikan negara yang bersangkutan. Dampak negatif kebijakan politik negara di sektor ekonomi ini mudah kita temukan di Indonesia.
e.          Ibu-ibu sedang kerja bakti membersihkan jalan desa pada pagi hari. Suasana terkesan ramai, obrolan seputar harga, gosip, dan anak. “Wah, bulan ini banyak pangeluaran. Anak saya masuk kuliah dan adiknya masuk SMA,” kata Bu Tini “Semua ternak saya, saya sekolahkan Bu biar pintar” sambung Bu Tini “He..he..he” tawa Bu Romlah renyah Mereka pun melanjutkan membersihkan rumput di kanan dan kiri
E

Petunjuk

Teks anekdot memiliki struktur abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda, pesan moral, unsur lucu/jengkel/konyol, dan ciri kebahasaan.

Pembahasan

• Teks berikut ini termasuk teks observasi
Harimau (Panthera tigris) digolongkan ke dalam mamalia, yaitu binatang yang menyusui. “Kucing besar”itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging. Harimau dapat mencapai tinggi 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram. Bulunya berwarna putih dan cokelat keemasan-emasan dengan belang atau loreng berwarna hitam
• Teks berikut ini termasuk teks pidato
Saudara-saudara yang saya hormati,
Beberapa hari yang lalu, masyarakat sedang merayakan pesta dmokrasi—memilih presiden dan wakil presiden secara langsung.Saya berharap, siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden, kita harus berlapang dada untuk menerima segala kebijakannya.
• Teks berikut ini termasuk teks prosedur kompleks
Pernahkah Anda membuat SIM, misalnya SIM C?Mengurus SIM tentu memerlukan waktu dan biaya. Tulisan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam mengurus SIM C dengan jalan yang benar.
• Teks berikut ini termasuk teks eksposisi
Perdagangan bebas yang diusung oleh sebuah negara dipastikan dapat menguntungkan atau merugikan negara yang bersangkutan.Dampak negatif kebijakan politik negara di sektor ekonomi ini mudah kita temukan di Indonesia.
• Teks berikut ini termasuk teks anekdot karena memiliki struktur abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda, pesan moral, unsur lucu/jengkel/konyol, dan ciri kebahasaan.
Ibu-ibu sedang kerja bakti membersihkan jalan desa pada pagi hari. Suasana terkesan ramai, obrolan seputar harga, gosip, dan anak.
“Wah, bulan ini banyak pangeluaran. Anak saya masuk kuliah dan adiknya masuk SMA,” kata Bu Tini
“Semua ternak saya, saya sekolahkan Bu biar pintar” sambung Bu Tini
“He..he..he” tawa Bu Romlah renyah
Mereka pun melanjutkan membersihkan rumput di kanan dan kiri

 

27. Berikut ini, manakah yang termasuk teks anekdot .…
a.          Sudah diketahui oleh semua orang bahwa pendidikan formal itu penting. Akan tetapi, apakah seseorang akan menjadi pemimpin sosial atau pemimpin politik yang bagus pada kemudian hari tidak selalu ditentukan oleh pendidikan formalnya. Diyakini bahwa pengalaman juga menjadi faktor penentu untuk menuju kesuksesan.
b.         Meskipun pemerintah melarang transaksi spesies binatang langka, dalam praktiknya populasi binatang yang dilindungi makin berkurang. Dengan beragam motif, manusia makin berusaha memiliki secara pribadi binatang-binatang langka tersebut. Apalagi, ketika pasar domestik atau pasar internasional berani membeli spesies binatang langka dengan harga tinggi, makin tinggi pula pelanggaran terhadap larangan memperjualbelikan binatang langka tersebut.
c.          Pertumbuhan penduduk di bumi ini menimbulkan bertambahnya permukiman, pabrik, perkantoran, dan lain-lain. Pembangunan permukiman, pabrik, dan perkantoran itu dilakukan dengan memanfaatkan wilayah hutan tempat berbagai jenis binatang hidup. Ketika hutan dirusak untuk tujuan-tujuan tersebut, habitat atau wilayah tempat binatang-binatang itu hidup akan berkurang. Hal itu menyebabkan ketersediaan pangan untuk binatang-binatang itu berkurang. Perubahan kondisi alam yang demikian itu menyebabkan kepunahan beberapa spesies binatang yang hidup di hutan tersebut.
d.         Program Akselerasi sangat dibutuhkan oleh pelajar yang mempunyai ritme belajar cepat. Meskipun sering dikatakan terlalu mahal, itu tidak berarti bahwa program ini tidak diperlukan.
e.          Reuni berlangsung di sekolah daun Irwan bertanya pada Rudi," Wah, kamu jadi pejabat, ya?". " Kok tahu?" tanya Rudi lalu Irwan menjawab' " Ya, tahu lah…wajahmu kan gambar uang." Mereka tertawa bersama, hanyut dalam suasana gembira.

E

Petunjuk

Teks anekdot memiliki struktur abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda, pesan moral, unsur lucu/jengkel/konyol, dan ciri kebahasaan.

Pembahasan

Teks berikut ini termasuk teks anekdot karena memiliki struktur abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda, pesan moral, unsur lucu/jengkel/konyol, dan ciri kebahasaan.
Reuni berlangsung di sekolah daun Irwan bertanya pada Rudi," Wah, kamu jadi pejabat, ya?". " Kok tahu?" tanya Rudi lalu Irwan menjawab' " Ya, tahu lah…wajahmu kan gambar uang." Mereka tertawa bersama, hanyut dalam suasana gembira.
Teks yang lainnya termasuk ke dalam eksposisi.

 































28. Amati teks berikut ini!

Teks 1
Seekor kutu tinggal pada
tanduk banteng. Setelah ada di sana sekian lama dan merasa ingin pindah, dia kemudian bertanya pada banteng apakah sang banteng memang ingin pindah.
“Aku tak tahu kapan kau datang, jawab si banteng, “kurasa aku pun tak perlu memberi peringatan saat kau pergi.”
Teks 2
Sejak bertemu dengan dia, hidupku menjadi lebih berarti. Setiap hari aku mendapatkan wejangan-wajangan darinya. Salah satunya adalah wejangan bagaimana cara menikmati hidup agar tidak tamak dan selalu bersyukur. “Seandainya bisa, manusia pasti akan menggenggam dunia,” katanya suatu saat.
Teks 3
Saudara-saudara yang saya hormati,
beberapa hari yang lalu, masyarakat sedang merayakan pesta demokrasi—memilih presiden dan wakil presiden secara langsung. Saya berharap, siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden, kita harus berlapang dada untuk menerima segala kebijakannya.


 
 



















Yang termasuk teks anekdot adalah….
a.          Teks 1
b.         Teks 2
c.          Teks 3
d.         Teks 1 dan 2
e.          Teks 2 dan 3
A

Petunjuk

Ciri-ciri teks anekdot:
1. Mengandung unsur lucu/konyol
2. Mengandung pelajaran/moral
3. Memiliki struktur, minimal orientasi-krisis-reaksi

Pembahasan

Teks 1 mengandung unsur lucu dan konyol, mengandung pelajaran yaitu pahamilah keberadaan orang lain, dan memiliki struktur teks abstraksi-orientasi-krisis-reaksi.
Teks 2 merupakan teks narasi
Teks 3 merupakan teks pidato

 

 

 

 

 

 

 


 

 

29. Bacalah teks anekdot di bawah ini!
Musim kemarau telah tiba. Semua sumur di pegunungan kering. Warga mencari air di mata air di bukit atau menunggu distribusi air dari pemerintah.
“Kemarau tahun ini begitu panjang, ya!” kata Deni.
“Iya. Tenaga saya dah habis untuk membawa air turun dan naik di bukit sebelah.” Kata salah satu warga ketika menungu distribusi air dari pemerintah. “Den, kita bisa dapat air banyak dengan syarat kita harus membasahi petugasnya sehingga kita mendapatkan jatah yang banyak.”
“Wah..kalau seperti ini terus, ktidak hanya sumur kita ang kering tapi kantong kita ikut kering. Bisa jadi perut kita hanya penuh air tanpa makan.” Jawab Deni.
“biarkan sumur kita ang kering jangan sampai kantong kita ikut kering.” Kata warga lain.
 















Berikut ini yang bukan peristiwa dalam teks di atas adalah ….
a.          Musim kemarau tiba.
b.         Warga menunggu distribusi air.
c.          Warga membayar denda jika terlambat.
d.         Jatah air warga dibatasi.
e.          Warga harus mengeluarkan uang yang banyak jika ingin mendapat jatah air yang lebih.

C

Petunjuk

Peristiwa adalah keadaan yang menimpa tokoh atau terjadinya sesuatu.

Pembahasan

Keadaan yang menimpa tokoh adalah musim kemarau tiba, warga menunggu distribusi air, Jatah air warga dibatasi, dan warga harus mengeluarkan uang yang banyak jika ngin mendapat jatah air yang lebih. Yang bukan termasuk peristiwa dalam teks anekdot di atas adalah warga membayar denda ketika terlambat datang mengambil jatah air.

 

 

30. Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari cacing ketemu semut di permukaan tanah dekat dengan gua semut.
Semut: Cing, kenapa kau tidak takut gelap di dalam tanah?
Cacing: Kenapa harus takut, Mut?
Apakah kamu juga takut dimarahi manusia jika kau mencuri makanan mereka?
Semut: tidak juga.
Cacing: nah, itu jawabanya? Kenapa, Mut?
Semut: karena kita dapat makan sehingga perut kita kenyang.
Cacing: yup, tepat, seratus.

 
 









Latar peristiwa tersebut adalah ….
a.          permukaan tanah dekat gua semut
b.         gua semut
c.          dalam tanah
d.         siang hari
e.          riang

A

Petunjuk

Latar adalah tempat/waktu/suasana peristiwa terjadi.

Pembahasan

Latar yang terdapat dalam teks di atas adalah latar tempat. Latar tempat peristiwa itu terjadi adalah di permukaan tanah dekat gua semut.

 

 

31. Bacalah teks anekdot berikut ini!

Matahari menyinsing di ufuk timur. Seekor burung merpati terbang meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Ceriwit anak burung bersahut-sahutan membuat suasana pagi har semakin indah.
“Aku kan mengambil seuli padi milik petani ini.” Kata burung merpati dengan yakin. “Tapi, mana aku kuat?”
Petani mendengar perkataan burung merpati.
“Rung, nanti saya bawakan saja, seuli padi ini ke tempatmu.” Kata petani tuk mengetahui sarangnya dan akan menangkap anak-anaknya.
“Terimakasih Pak Tani, kau sungguh baik sekali.”
Pak Tani pun pergi membawakan seuli padi dan menyerahkannya kepada merpati.
“Bu, saya tidak mau makan padi ini.”
“Mengapa?
“Karena saya takut setelah kami besar nanti pak tani menangkap kami dan menjadikan kami santapan.”
Induk merpati pun sadar, mengapa petani memberikan banyak padi.

 
 


















Berikut ini bukan merupakan pesan moral teks di atas ….
a.          Jangan mudah percaya pada orang lain.
b.         Sayangilah anak-anakmu.
c.          Mencari kelengahan seseorang.
d.         Bantulah orang lain dengan ikhlas.
e.          Berbagilah dengan orang lain.

C

Petunjuk

Pesan moral adalah ajaran atau hikmah ang bisa diambil dari sebuah cerita.

Pembahasan

Teks di atas memiliki pesan moral sebagai berikut.
• Jangan mudah percaya pada orang lain
• Sayangilah anak-anakmu
• Bantulah orang lain dengan ikhlas
• Berbagilah dengan orang lain
• Hormatilah orang tuamu
Pesan moral di atas adalah hikmah atau pelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah cerita.

 




32. Bacalah teks berikut ini!

(1)Negeri awan termasuk negara yang memiliki tingkat etika yang tinggi. Di setiap sudut kota pasti ada petugas etika.
(2)Qiqi datang dari negeri bintang untuk tugas belajar. Qiqi merasa lapar, seharian dia belum makan karena harus mengurus izin belajar di negeri tersebut. Akan tetapi dia harus antre. Hati qiqi merasa tenang karena dia ingat kalau di dalam tasna ada sebuah pisang. Sambil menuju antrean Qiqi makan pisang. Semua mata menuju dirinya. Qiqi tetap tak peduli.
(3)Petugas etika datang menegur Qiqi.
(4)“Maaf, Mbak kalua makan silakan duduk di sofa sebelah sana!” kata petugas sambil menunjukkan keberadaan sofa di ruang itu.
“Iya, Pak..saya tidak bisa duduk karena pantat saya bisulan, Pak. Wah, Pak rasanya sakit sekali. Bapak tidak percaya? ” jawab Qiqi dengan alasan. ”Eh, Pak…kulit pisang ini juga aku makan sebagai obat bisul.” Sambil menggigit kulit pisang.
(5)Petugas etika terkejut lalu pergi meninggal Qiqi.

 
 



















Abstraksi teks di atas adalah….
a.          (1)
b.         (2)
c.          (3)
d.         (4)
e.          (5)

A

Petunjuk

Abstraksi adalah keadaan awal cerita.

Pembahasan

Keadaan atau awal cerita teks di atas terdapat pada no 1. Nomor 2 merupakan orientasi. Nomor 3-4 merupkan krisis. Nomor 5 merupakan reaksi dan koda.

  

33. Bacalah teks anekdot berikut ini!
Sungai di desa Batu sangat jernih. Ikan berenang dengan senang.
“ Koi, kau nyaman tidak tinggal di sungai ini?”
“Nyaman sekali. Tapi akhir-akhir ini saya sering dikejutkan”
“Dikejutkan?”
“Ya, dikejutkan ulah manusia dengan listrik.”
“Pak, bulan Januari TDL nain, gas naik, dan sembako juga naik”
Mendengar sura itu, pak Abu kaget dan jatuh pingsan.


 
 









Peristiwa penting teks di atas adalah….
a.          Sungai terlihat bening.
b.         Ikan koi dan mas merasa nyaman.
c.          Penangkapan ikan dengan disetrum.
d.         Pak Abu pingsan mendengar perkataan koi.
e.          Suasana kembali tenteram.

D

Petunjuk

Peristiwa penting adalah peristiwa yang tidak bisa dihilangkan. Kalau dihilangkan, teks anekdot tersebut tidak memiliki satu kesatuan makna.

Pembahasan

Peristiwa penting yang terdapat dalam teks anekdot di atas adalah sebagai berikut.
• Pak abu cari ikan di sungai dengan setrum.
• Koi dan mas bercakap-cakap.
• Koi mengatakan bulan januari gas naik, TDL naik, dan sembako naik.
• pak abu pingsan mendengar perkataan Koi.

 

Singapura termasuk salah satu negara yang bersih. Siapa pun yang membuang sampah sembarangan bisa didenda meskipun hanya membuang permen.
Suatu ketika si Azam sedang berlibur, tetapi tampaknya ia tak tahu akan adanya peraturan itu. Ia sendirian sambil duduk di bangku.
Kemudian ia mengeluarkan permen kesukaanya. Karena permen sudah hampir habis, ia membuang permen itu begitu saja dan jatuh persis di sisi kaki kanannya.
Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas.
“Tahukah Anda bahwa Anda telah melakukan pelanggaran?”
“Tidak tahu. Apa gerangan yang telah saya perbuat?” Jawab Azam.
“Anda telah membuang sampah sembarangan”, tegas petugas itu.
Dengan sigap Azam menjawab, “Oh…, maaf terjatuh.”
Lalu, diambilnya
permen itu serta langsung diisapnya lagi.
Petugas itu hanya terbelalak keheranan. Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.


 
34. Bacalah teks di bawah ini!

















Kalimat yang menunjukkan hal yang lucu/jengkel/konyol adalah ….
a.          Karena permen sudah hampir habis, ia membuang permen begitu saja dan jatuh persis di sisi kaki kanannya.
b.         Tanpa disangka-sangka, petugas datang dan menegur Azam dengan suara tegas.
c.          “Anda telah membuang sampah sembarangan, tegas petugas itu.
d.         Petugas itu hanya terbelalak keheranan. Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.
e.          Lalu, diambilnya permen itu serta langsung diisapnya lagi.

E

Petunjuk

Hal yang lucu adalah hal yang menggelitik.

Pembahasan

Hal yang menggelitik dari cerita tersebut adalah Azam yang membuang permen tapi diambilnya lagi dan diisapnya. Hal ini terdapat dalam kalimat ‘Lalu, diambilnya permen itu serta langsung diisapnya lagi’.






35. Bacalah secara saksama!


Harimau dapat mencapai tinggi 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram. Bulunya berwarna putih dan coklat keemasan dengan belang atau loreng berwarna hitam. Gigi tarinya kuat dan tajam untuk mengoyak daging. Kakinya berjumlah empat dengan cakar yang kuat untuk menerkam mangsanya.
 
 







Teks laporan di atas berbentuk...
a.       definisi        
b.       eksposisi          
c.       klasifikasi         
d.      deskripsi            
e.       argumentasi
D

36. Perhatikan teks eksposisi berikut!
(1) Struktur bahasa akan memengaruhi pembentukan budaya serta tingkah laku.(2) Demikianlah teori yang pernah disampaikan oleh Sapir-Whorf. (3) Satu contoh yang pernah penulis temukan adalah mengenai perbedaan struktur bahasa jerman dengan bahasa Indonesia. (4)Dalam banyak hal, Struktur kalimat kompleks bahasa Jerman menekankan posisi predikat ada pada bagian akhir kalimat. (5)Jika kita ingin membentuk kalimat saya mau meminum kopi di kafe dalam bahasa Jerman, bentuk yang muncul adalah Ich moechte im kaffee einen kaffee trinken. (6)Bentuk kata trinken ‘meminum’ muncul pada bagian akhir kalimat. (7)Proses seperti ini ternyata berpengaruh pada cara orang Jerman yang selalu berusaha untuk tidak memotong pembicaraan saat berkomunikasi antarsesama. (8)Inilah satu alasan yang menunjukkan bahwa benarlah bahasa bisa memengaruhi budaya masyarakatnya.

Kalimat yang menunjukkan letak bagian argumen muncul pada nomor….
a.          1, 3, dan 4
b.         2, 3, dan 5
c.          3, 4, dan 5
d.         2, 5, dan 6
e.          2, 7, dan 8

C

Petunjuk

Carilah kalimat yang mengandung alasan untuk membuktikan tesisnya. Pahami dan perhatikan bahwa tesis akan muncul di bagian awal teks dan argumentasi muncul setelahnya.

Pembahasan

Kalimat argumen adalah kalimat yang berisi alasan atau pembuktian terhadap tesis yang ditawarkan. Kalimat nomor 1 dan 2 berisi tesis eksposisi. Tesis ini kemudian diperkuat dan dibuktikan oleh kalimat No 3 – 7. Kalimat No. 8 berisi penegasan ulang atas tesis yang telah disampaikan.

 

 

 

 

 

37. Bacalah secara saksama!

(1) Sebagai teks hasil produksi budaya, teks sejarah membutuhkan tiga hal: tesis, antitesis, dan sintesis.
(2) Lihatlah bagaimana banyak sejarawan muncul untuk mengkritisi dan menolak anggapan orde baru mengenai peristiwa G 30 S dan bagaimana Sokarno dipaksa untuk lengser dengan menyalahgunakan Supersemar.
(3) Sebuah teks sejarah sejatinya terbuka dalam menerima kritik dan koreksi.
(4) Apa yang kita anggap benar pada masa lalu belum tentu bertahan hingga masa sekarang.
(5) Itu semua adalah bentuk kritik dan koreksi terhadap konstruksi sejarah yang ada.

 
 







Teks eksposisi di atas tidaklah padu. Agar menjadi teks eksposisi yang baik, susunan yang tepat adalah….
a.          3-1-5-2-4
b.         3-1-4-5-2
c.          3-1-4-2-5
d.         3-1-2-4-5
e.          3-1-5-4-2

C

Petunjuk

Cari terlebih dahulu bagian tesis dan simpulan agar mudah melihat susunan yang tepat. Jika tesis adalah 3 dan simpulan adalah 5, pilihan hanya tersisa dua opsi. Lalu susun fakta/contoh yang muncul sehingga terbentuk penyajian fakta secara runut.

Pembahasan

Teks eksposisi tersusun dengan urutan tesis-argumentasi-simpulan. Kalimat yang cocok untuk menjadi tesis muncul pada No. 3 karena berisi pernyataan sudut pandang. Sudut pandang ini harus diperkuat oleh argumen yang menyatakan alasan mengapa sejarah dapat dikritisi. Informasi ini muncul pada No. 1 dan No. 4. Contoh kritik terhadap sejarah diberikan oleh kalimat No. 2 dan diakhiri oleh simpulan yang ditandai oleh pronomina penunjuk, yaitu kata itulah.














38. Perhatikan teks berikut!
Bahasa Indonesia sebenarnya mampu menjadi bahasa kedua ASEAN setelah bahasa Inggris. Ada banyak negara ASEAN yang menggunakan bahasa Indonesia di negaranya. Sebut saja Malaysia, Singapura, dan Brunei Darusalam yang sudah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari. Selain itu di Vietnam, bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sama dengan bahasa Inggris. Bahkan, di Australia, bahasa Indonesia dijadikan sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah setingkat SMP dan SMA. Jadi, sudah sewajarnya bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa internasional di kawasan ASEAN.

 
 









Kata hubung yang digunakan sebagai penanda penegasan ulang tesis dalam teks eksposisi di atas adalah….
a.          Yang
b.         selain itu
c.          bahkan
d.         dan
e.          jadi

E

Petunjuk

Karena penegasan ulang muncul pada akhir teks, kalian dapat mencari kata hubung yang digunakan di dalam kalimat terakhir.

Pembahasan

Tesis dapat ditegaskan kembali pada akhir teks dengan menggunakan kata hubung yang menunjukkan hubungan sebab-akibat. Kata yang dimaksud muncul pada kalimat terakhir, yaitu kata jadi. Namun, yang dapat menjadi catatan adalah kata bahkan. Kata bahkan memang muncul untuk memberikan makna penegasan, tetapi penegasan yang dilakukan hanya sebatas menegaskan kembali contoh, bukan menegaskan tesis.
Pada opsi yang, kata yang digunakan sebagai penanda keterangan perluasan kemudian kata selain it serta dan digunakan sebagai penanda tambahan.

39. Pahami kutipan teks berikut!

Sejarah memang telah membuktikan bahwa konflik selalu menimbulkan hal-hal negatif. Lihat saja Perang Dunia I, Perang Dunia II, yang kemudian dilanjutkan Perang Dingin. Kesemuanya muncul akibat adanya konflik.


 
 

 

 

 


Dalam teks eksposisi, kutipan teks di atas lebih tepat jika dimasukkan ke dalam bagian….
a.       Tesis
b.      Pernyataan umum
c.       Argumentasi
d.      Penegasan ulang
e.       Orientasi
D

Petunjuk

Buang yang bukan bagian struktur eksposisi lalu pahami bahwa tesis hanya berupa pernyataan, argumentasi hanya berisi alasan atas tesis, dan penegasan ulang adalah pernyataan tesis yang dilengkapi oleh argumentasi.

Pembahasan

Ciri tesis biasanya singkat dan mengandung tema. Ia belum memiliki pembuktian dan alasan, sedangkan argumentasi biasanya hanya berupa penunjukan fakta dan alasan. Kutipan teks di atas justru mengandung dua hal (bisa jadi merupakan gabungan antara tesis dan argumentasi): pernyataan penulis dan pemberian alasan. Dengan demikian, ini adalah bagian dari penegasan ulang.

40. Bacalah secara saksama!


Benda di dunia dapat dikelompokkan atas persamaan dan perbedaannya. Dengan melakukan pengelompokan, benda-benda itu lebih mudah dipelajari.

 
 




Teks laporan di atas adalah bagian pernyataan umum atau ...
a.       deskripsi         
b.      definisi           
c.       klasifikasi       
d.      sebab-akibat   
e.       contoh

C
Kuncis
1
E
11
D
21
C
31
C
2
B
12
C
22
Bonus
32
A
3
C
13
D
23
B
33
D
4
D
14
C
24
A
34
E
5
A
15
E
25
E
35
D
6
D
16
C
26
E
36
C
7
B
17
D
27
E
37
C
8
B
18
E
28
A
38
E
9
B
19
B
29
C
39
D
10
C
20
A
30
A
40
C